Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Cerita Motivasi. Show all posts

Tuesday, February 14, 2017

KEKAYAAN, KESUKSESAN DAN CINTA


             Suatu ketika ada seorang perempuan yang kembali ke rumah, dan melihat ada 3 orang pria berjenggot yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
            Wanita itu berkata “ Aku tidak mengenal anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut.
            Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”
            Wanita itu menjawab, “ Belum, dia sedang keluar.”
            “Oh kalau begitu, kami tidak ingin masuk. Kami akan menuggu sampai suamimu kembali,” kata pria itu.
            Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang istri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, bahkan aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini. Wanita itu keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
            “Maaf, kami tidak bisa masuk bersama-sama,” kata pria itu hampir bersamaan.
            “Lho, knapa?” tanya wanita itu merasa heran.
            Salah seorang peria berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk pria berjengggot di sebelahnya, “Sedangkan ia bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjenggut lainnya. Sedangkan aku bernama Cinta. Sekarang coba tanya kepada suamimu, siapa yang boleh masuk kerumahmu?”
            Wanita itu kembali ke dalam, kemudia memberi tahu pesan pria di luar.
            Suami pun merasa heran. “Ooh.. menyenangkan sekali. Kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan kekayaan.”
            Istrinya tidak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan penen kebun kita.”
Ternyata anak mereka mendengan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah kita, jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan cinta.”
Suami istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Cinta ini ke dalam. Dan malam ini, si Cinta menjadi teman santap malam kita.”
Wanita itu kembaili keluar, dan bertanya ke 3 pria itu. “Siapa diantara anda yang bernama Cinta? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”
Si Cinta bangkin dan berjalan menuju beranda rumah. Ooh.. ternyata, kedua pria berjanggut lain pun ikut serta.
Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan, “Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan dan si Kesuksesan maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena anada mengundang si Cinta maka kemana pun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada cinta makan kekayaan dan kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab ketahuilah, sebenernya kami ini buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat, Kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.

Sumber: www.inspirasijiwa.com

Tags >>  Kumpulan Cerita Motivasi,   Cerita Motivasi,   

Sunday, July 31, 2016

BERSEDIA MENERIMA APA ADANYA

BERSEDIA MENERIMA APA ADANYA

            Ada seorang pelajar yang baru saja pulang dari medan perang menelepon orang tuanya dirumah. Orang tuanya begitu senang mendengar bahwa anaknya telah kembali. Mereka segera menyuruh pemuda itu untuk pulang kerumah. Pemuda itupun tidak sabar lagi rasanya untuk berkumpul kembali dengan keluarganya setelah berbulan-bulan lamanya ia harus berada di negara lain untuk berperang.
            Pemuda itu menanyakan pada orang tuanya, apakah ia boleh membawa sahabatnya untuk tinggal bersama-sama mereka. Orang tuanya setuju saja, lagi pula meraka masih mempunyai satu kamar ekstra di rumah, satu orang tentunya tidak akan begitu merepotkan.
            “Tetapi sahabatku itu cacat, ia hanya memiliki satu lengan dan satu kaki saja.” Demikian si pemuda itu memberi penjelasan agar orang tuanya tidak terkejut nantinya.
            Mendengan itu orang tuanya mengurungkan niatnya. Mereka mencoba memberi penjelasan pada putranya, “Tidaklah sebaiknya kita membawa temannmu itu ke panti perawatan korban perang? Kita akan kerepotan mengurus segala keperluannya nanti. Sudahlah sebaiknya kamu segera pulang saja. Kami sudah sangat merindukanmu. Besok pagi kami akan segera menyita waktumu. Di mana kamu tinggal sekarang?”
            Mendengar jawaban orang tuanya, pemuda itu memberikan alamat hotelnya dan menutup telepon dengan kecewa.
            Keesokan harinya orang tua pemuda itu menjemputnya di hotel dan menemukan kabar bahwa pemuda itu telah bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya lewat jendela. Setelah melihat mayat putranya, betapa hancur hati mereka setelah mengetahui bahwa ternyata putranya itu hanya memiliki satu lengan dan satu kaki.


Sumber: www.vincha.wordpress.com

Tags >>  Kumpulan Cerita Motivasi,   Cerita Motivasi,   

Sunday, May 29, 2016

I LOVE JUST THE WAY YOU ARE.... JUST THE WAY IT IS...

I LOVE JUST THE WAY YOU ARE....
JUST THE WAY IT IS...

            Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?”
            Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas di depan sana. Berjalanlah kamu tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta.”
            Plato pun berjalan. Tak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.
            Gurunya bertanya, “mengapa kamu tidak membawa satu pun ranting?”
            Plato menjawab, “aku hanya boleh membawa satu saja dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali.
            Sebenernya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak ku ambil ranting tersebut. Saat ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya.”
            Gurunya kemudian menjawab, “Jadi ya itulah cinta.”
            Plato bertanya lagi, “Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”
            Gurunya menjawab, “Ada hutan yang subur di depan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah, jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan.”
            Plato pun berjalan dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar dan subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.
            Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”
                        Plato menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengan tahun, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi di kesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya.”
Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan.”
            Cinta itu semakin di cari maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika ada pengharapan dan yang berlebih akan cinta maka yang didapat adalah kehampaan......
            Tiada sesuatu pun yang didapat dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.
            Perkawinan adalah kelanjutan dari cinta,  suatu proses mendapatkan kesempatan.
            Ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya.
            Ketika kesempurnaan ingin kaudapatkan maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.


Sumber: www.dudung.net

Thursday, May 26, 2016

Cerita Motivasi : BELAJAR CINTA DARI KADAL

BELAJAR CINTA DARI KADAL

            Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang

            Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Dia meresa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada di situ 10 (sepuluh) tahun lalu, ketika rumah itu pertama kali dibangun! Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun??

            Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu berpikir, bagaimana kadal itu bisa bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!

            Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memerhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya, hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya.... Astaga!! Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang memerhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.

            Sungguh ini sebuah cinta... cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memerhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagumkan.

            Saya tersentuh ketika mendengan cerita ini. Lalu saya berpikir tentang hubungan antarkeluarga, teman, saudara lelaki, saudara perempuan.., dan...

            Berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-orang yang kita kasihi.


Sumber: unknow 


Friday, January 8, 2016

Cerita Motivasi : Kuatnya Sebongkah Harapan

KUATNYA SEBONGKAH HARAPAN

     Ada seorang pengusaha yang cukup berhasil. Ketika sang suami sakit, satu persatu pabrik mereka dijual. Harta mereka terkuras untuk biaya pengobatan. Hingga mereka harus pindah ke pinggiran kota dan membuka rumah makan sederhana. Sang suami pun telah tiada.

     Beberapa tahun kemudian rumah makan pun harus berganti rupa menjadi warung makan yang lebih kecil di sebelah pasar. Setelah lama tak mendengar kabarnya, kini setiap malam tampak sang istri dibantu olah anak dan menantunya menggelar tikar berjualan lesehan di alun-alun kota. Cucunya sudah beberapa. Orang pun masih mengenal masa laulunya yang berlimpah. Namun, ia tak kehilangan senyumnya yang tegar saat meladeni para pembeli.

     Ada pembeli yang bertanya, “wahai ibu, bagaimana kau sedemikian kuat?”
  
     Ibu itu menjawab, “Harapan, Nak! Jangan kehilangan harapan. Bukankah seorang guru dunia pernah berujar karena haranlah seorang ibu menyusui anaknya. Karena harapanlah kita menanam pohon, meski kita tahu tak akan sempat memetik buahnya yang ranum bertahun-tahun kemudian. Sekali kau kehilangan harapan, kau kehilangan seluruh kekuatanmu untuk menghadapi dunia.”

Harapan membuat kita masih tetap berdiri menghadapi setiap kesulitan dan menjadi motivasi untuk tetep melangkah kedepan. maka pegang eratlah harapanmu, iringi dengan doa dan ikhtiar semoga Allah memberikan jalan disetiap kesulitan untuk dapat mencapai impian dan harapan yang kita cita-citakan.


Sumber :www.arekploso.blogspot.com


Tags >>  Kumpulan Cerita Motivasi,   Cerita Motivasi,   Sebongkah Harapan

Tuesday, November 17, 2015

Cerita Motivasi : NILAI KEIKHLASAN

NILAI KEIKHLASAN

            Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa di kantongnya hanya tersisa beberapa sen uang dan dia kelaparan.

            Anak itu memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi ia kehilangan keberanian saat wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.

            Wanita muda tersebut melihat dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pasti lapar karna itu ia membawakan segelas besar susu.

            Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, lantas bertanya, “Berapa saya harus bayar untuk segelas besar susu ini?”

            Wanita itu menjawab, “Kamu tidak perlu membayar apapun. Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan,” kata wanita itu menambahkan.

            Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata, “Dari dalam hatiku aku berterima kasih kepada anda.”

            Bertahun-tahun kemudian, wanita tersebut mangalami sakit sangat keritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup mananganinya. Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangni penyakit langka tersebut.

            Dr. Howard dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengan asal kota wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dr. Howard. Segera ia bangkin dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut. Dengan berpakain khas dokter ia menemui si wanita itu.

            Ia langsung mengenali pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.

            Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan. Wanita itu sembuh!! Dr. Howard meminta bagian keuangan rumah sakit mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan. dr. Howard melihatnya dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.

            Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tidak akan mampu membayar tagihan tersebut, walau harus diangsur seumur hidupnya. Akhirnya ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatianya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi. “Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu!! “Tertanda, dr. Howard Kelly.

            Air mata kebahagian membanjiri matanya. Ia berdoa, “Tuhan terima kasih, bahwa cinta-Mu telah memenuhi bumi melalui hati dan tangan manusia.”


Sumber ; www.emotivasi.com

Tags >>  Kumpulan Cerita Motivasi,   Cerita Motivasi,   Keikhlasan

Tuesday, October 27, 2015

BERSAING DALAM KEBERSAMAAN

BERSAING DALAM KEBERSAMAAN

            Lebih dari sepuluh pedagang rujak manis berjajar-jajar di tepi sebuah jalan raya ramai. Setiap ada kendaraan yang menepi mereka berdiri menjajakan dagangannya. Ketika kendaraan itu berhenti di salah satu pedagang, yang lain kembali duduk tanpa kehilangan harapan. Beberapa tahun lalu hanya satu dua saja pedagang yang menggelar rujak manisnya di sana. Kini jalan itu dikenal dengan nama jalan rujak manis.

            Wahai pedagang, tidakkah dengan demikian kalian bersaing ketat satu sama lainnya? Salah seorang pedagang menjawab, “Ah, mengapa kami harus menganggap yang lain sebagai pesaing? Setiap pagi dan petang kami sama-sama mendorong rombong datang dan pergi di jalan ini. Bahkan setiap saat kami bisa saling bertukar-tukar buah bila ada yang membutuhkan.

            Kami dikenal karena beramai-ramai berdagang di jalan ini. Pedang yang lebih suka berdagang sendiri di tempat lain lebih sulit mendatangkan pembeli. Kami menyebutnya bersaing dalam kebersamaan.”


Sumber :unknown

Tags >>  Kumpulan Cerita Motivasi,   Cerita Motivasi,   Kesabaran

Saturday, October 3, 2015

BAHAGIA ADALAH PILIHAN

       
Suatu ketika istri John Maxwll (pembicara dan motivator top), Margaret, sedang menjadi pembicara disalah satu sesi seminar tentang kebahagiaan. Dan diakhir sesi, semua pengunjung bertepuk tangan. Disesi tanya jawab itu, setelah beberapa pertanyaan, seorang ibu mengacungkan tangan untuk bertanya.

            Setelah diberi kesempatan, ibu bertanya, “Miss Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?”

            Seluruh ruangan langsung terdiam. Sebuah pertanyaan yang sangat bagus. Dan semua peserta penasaran menunggu jawaban.


            Margaret tampak berpikir beberapa saat dan kemudian menjawab “Tidak.”
            Seluruhh ruangan langsung terkejut.

            “Tidak.” Katanya sekali lagi. “John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia.”

            Seisi ruangan langsung menoleh ke arah Maxwell yang juga menoleh-noleh mencari pintu keluar. Rasanya, ia ingin cepat-capat keluar dari ruangan itu (mungkin karena malu).

            Kemudian, lanjut Margaret, “John Maxwell dalah seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, atau main serong. Ia setia, selalu memenuhi kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi tetap Ia tidak bisa  membuatku bahagia....”

            Tiba-tiba ada suara bertanya, “Mengapa?”

            “Karena,” jawabnya, “tidak ada seorang pun di dunia ini yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku, selain diriku sendiri.”

            Dengan kata lain, maksud dari Margaret adalah tidak ada orang lain bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uengmu, bahakan hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia karena yang bisa membuatmu bahagia adalah dirimu sendiri.

            Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Jika kamu merasa cukup, tidak pernah punya perasaan minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikirlah yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar.

            Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik istrimu, atau sesukses apa dirimu. Bahagia adalah pilihanmu sendiri.



Sumber : www.kolomayah.info.com

Thursday, October 1, 2015

KESABARAN

KESABARAN

Salah satu aspek dari Emotional Intelligence adalah kemampuan menghadapi masalah secara matang dan stabil emosinya. Di bawah ini salah satu contohnya.

Beberapa bulan yang lalu, saya melihat kejadian menarik di meja pemesanan kamar hotel Memphis. Saya belajar bagaimana menghadapi orang yang penuh emosi. Saat itu pukul 5 sore pegawai hotel sedang sibuk mendaftar tamu-tamu baru. Orang didepan saya memberikan namanya kepada pegawai di belakang meja dengan nada memerintah.

Pegawai tersebut berkata, “Ya, Tuan, kami sediakan satu kamar ‘single’ untuk anda.”
“singgle?” bentak orang itu, “saya memesan double.”

Pegawai tersebut berkata dengan sopan, “Coba saya periksa sebentar.” Ia menarik permintaan pesanan tamu dari arsip kemudian berkata, “Maaf, Tuan, Telegram anda menyebutkan single. Saya akan senang sekali menempatkan anda di kamar double, kalau memang ada. Tetapi semua kamar Double sudah penuh.”

Tamu yang berang itu berkata, “Saya tidak peduli apa bunyi kertas itu, saya mau kamar double.” Kemudian ia mulai bersikap “Anda tau siapa saya?” diikuti dengan “saya akan usahakan agar anda dipecat. Anda lihat nanti. Saya akan membuat anda dipecat.”

Dibawah serangan gencar, pegawai muda tersebut menyela, “Tuan, kami menyesal sekali, tetapi kami bertindak berdasarkan instruksi anda.”

Akhirnya sang tamu yang bener-bener marah itu berkata, “Saya tidak akan mau tinggal di kamar yang terbagus sekali pun di hotel ini, sekarang manajemennya bener-bener buruk,” dan ia pun keluar.

Saya menghampiri meja penerimaan sambil berpikir pegawai pasti marah setelah baru saja dimarahi habis-habisan. Sebaliknya, ia menyambut semua itu dengan sangat ramah.

“Selamat malam, Tuan, “salamnya seperti ketika ia sedang mengerjakan kegiatan rutin seperti biasanya dalam mengatur kamar untuk saya.

Saya berkata padanya, “Saya mengagumi cara anda mengendalikan diri tadi, Anda bener-bener sabar.”

“Ya, Tuan, “katanya, “Saya tidak dapat marah kepada orang seperti itu. Anda lihat, ia sebenernya bukan marah kepada saya. Saya Cuma korban pelampiasan kemarahannya. Orang yang malang tadi mungkin baru saja ribut dengan istrinya, atau bisnisnya mungkin sedang lesu, atau barangkali ia mersa rendah diri, dan ini pelung emasnya untuk melampiaskan kemarahannya.” Pegawai tadi menambahkan, “Pada dasarnya mungkin ia orang yang sangat baik. Kebanyakan orang begitu.”

Sambil melangkah menuju lift, saya mengulang-ngulang perkataanya, “Pada dasarnya ia mungkin orang yang sangat baik. Kebanyakan orang begitu.” Ingat dua kalimat itu kalau ada orang yang menyatakan perang kepada anda. Jangan membalas, cara untuk manang dalam situasi seperti ini adalah membiarkan orang tersebut melepaskan amrahnya dan kemudian lupakan.


Wednesday, September 30, 2015

WAKTU YANG SIA-SIA

WAKTU YANG SIA-SIA


Sang guru tiba di tepi sungai. Di pinggir sungai tinggal seorang fakir. Banyak yang berziarah kesana untuk mendengar ajaran dari fakir. Orang bilang bahwa fikir itu sanggup berjalan di atas air.
Setelah bertegur sapa, sang Guru bertanya, “Berapa lama kau berlatih hingga mampu berjalan di atas air ?”
Dengan bangga sang Fakir menjelaskan metode yang dipelajarinya selama 25 tahun,  bahkan ia harus berlatih keras selama berjam-jam tiap harinya.
Berkata sang Guru kepada fakir itu, “Engkau berkorban begitu banyak supaya dapat berjalan di atas air. Pernahkan engkau bayangkan betapa banyak perbuatan baik yang engkau lakukan dalam 25 tahun dari pada menghabiskan waktu untuk mempelajari sesuatu yang dapat dilakukan setiap orang dengan sebuah perahu ?”
Bagaimana kriteria perilaku yang benar ? berikut adalah proposal prinsip perilaku yang dijunjung tinggi oleh para bijak di dunia relatif ini :

1.    Dilandasi dengan niat yang baik.
2.    Bermanfaat bagi diri sendiri, setidaknya tidak merugikan orang lain.
3.    Bermanfaat bagi pihak lain.


Friday, September 25, 2015

RENCANA TUHAN PASTI INDAH

RENCANA TUHAN PASTI INDAH




Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat keatas dan bertanya, apa yang ibu lakukan ? Ibu menerangkan, bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberi tahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet.
Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut, “ Anakku lanjutkanlah permainanmu, ibu akan menyelesaikan sulaman ini. Setelah selesai kamu akan ibu panggil, ibu duduk diatas pangkuan, dan kamu akan melihat sulaman ini dari atas.”
 Aku heran mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu sembraut menurut pandanganku. Beberapa saat kemudian, aku mendengan suara ibu memanggil, “Anakku, mari kesini dan duduklah di pangkuan ibu!”
Waktu kulakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit, sungguh indah sekali. Aku hampir tak percaya melihatnya karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.
Lantas ibu berkata, “Anakku dari bawah memang tampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari, bahwa di atas kain ini  sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibi hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihat dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.”
-  -  -  -  -  -  -
Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah, “Allah, apa yang Engkau lakukan? “
Ia menjawab, “ Aku sedang menyulam kehidupanmu.”
Dan aku membantah, “Tetapi tampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?”
Kemudian Allah menjawab, “Hambaku kamu teruskanpekerjaanmu dan Aku juga menyelesaikan pekerjaan-Ku di bumi ini. Suatu saat nanti aku akan memanggilmu ke surga dan mendudukan kamu di pangkuan-Ku, dan kamu akan melihat rencana-Ku yang indah dari sisi-Ku.”


Sumber : www.kaskus.us.id

Friday, June 21, 2013

Menjadi Pribadi Bermanfaat: Kisah Nyata : Pengantin Meninggal Ketika Sujud Dal...


Menjadi Pribadi Bermanfaat: Kisah Nyata : Pengantin Meninggal Ketika Sujud Dal...: Akhwatmuslimah.com – Selepas melaksanakan Sholat Maghrib, dia memakai make-up pada wajahnya, memakai pakaian pengantin putih yang cantik...